Fun Fact: Si “Stroberi Sabar” yang Manis di Tengah Hujan
🍓 Februari = Musim Stroberi Lokal Bogor!
Fun Fact: Si “Stroberi Sabar” yang Manis di Tengah Hujan
Kalau kamu berkunjung ke Bogor di bulan Februari, jangan cuma sibuk berburu bakso atau wisata hujan—coba deh mampir ke kebun stroberi! Di daerah dataran tinggi seperti Puncak, Megamendung, atau Cisarua, bulan Februari adalah waktu panen stroberi lokal. Meski Bogor dikenal sebagai kota hujan, stroberi tetap tumbuh subur—asal tahu cara merawatnya.
Yang bikin unik, stroberi Bogor punya rasa manis-asam khas yang beda dari stroberi supermarket. Karena tumbuh di tengah udara sejuk dan cuaca yang sering mendung, rasa manisnya justru keluar lebih kuat ketika matahari sempat nongol di sela-sela hujan. Inilah yang membuat para petani dan wisatawan menyebutnya dengan julukan lucu: “Stroberi Sabar.” Kenapa? Karena buahnya cuma manis kalau dia sabar nunggu matahari.
Kamu juga bisa ikut petik langsung stroberi dari pohonnya di kebun wisata. Beberapa kebun bahkan menyediakan keranjang lucu dan bisa makan stroberi sepuasnya (asal nggak dibawa pulang sembunyi-sembunyi, ya 😄). Selain itu, banyak yang menjual olahan stroberi segar seperti dodol stroberi, jus stroberi, sampai sambal stroberi—yup, sambal!
🍓 Fakta Menarik Stroberi Bogor:
-
Stroberi bisa tumbuh di suhu 15–25°C, cocok dengan iklim Puncak.
-
Musim panennya mulai dari Januari akhir sampai Maret.
-
Stroberi Bogor lebih kecil dari stroberi Bandung, tapi rasanya lebih tajam dan aromanya lebih kuat.
-
Satu tanaman stroberi bisa berbuah 3–4 kali dalam setahun kalau dirawat baik.
Jadi, kalau lagi ke Bogor Februari ini, jangan cuma foto-foto kabut atau ngopi di villa—sempatkan mampir ke kebun stroberi! Siapa tahu kamu ketemu si “stroberi sabar” yang rasanya manis banget setelah hujan.
Komentar
Posting Komentar